
Jambi, otodanews.com – Selesai sholat Subuh di Masjid Al Munawwaroh Aur Kenali Kecamatan Telanai Pura Kota Jambi, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memberikan Tausyiah yang diikuti sekitar 200 orang jema’aah, mengingatkan jamaah Masjid Al Munawaroh bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara menuju kehidupan abadi di akhirat. Tausyiah itu ia sampaikan usai melaksanakan salat Subuh berjemaah, Kamis (16/7/2026).
Helmi Hasan menuturkan, manusia tidak sepatutnya terlalu larut dalam kesedihan maupun kegelisahan karena kehidupan dunia bersifat fana. Menurutnya, yang terpenting adalah mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sesungguhnya di akhirat.
“Dunia hanya sementara, akhirat selamanya. Jadi, ketika kita bersedih jangan terlalu berlarut. Jalani hidup ini dengan mencontoh jalan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,” ungkap Helmi.
Selain menjadi kepala daerah, Helmi Hasan juga dikenal sebagai pendakwah oleh masyarakat Bengkulu. Helmi Hasan mengucapkan terimakasihnya bisa hadir dan berdakwah di Masjid Al Munawwaroh. Dalam ceramahnya Helmi Hasan menyampaikan hal yang penting kepada para jemaah jangan meninggalkan sholat dan agama.
Sebagai contoh, dia menceritakan bagaimana seorang manusia lahir dengan keadaan yang kaya raya, serta tidak lagi memikirkan untuk hidup.
“Dalam sebuah kisah ada seorang manusia kehidupannya dari lahir dijalankan dengan mudah, enak. Lahir dalam keluarga yang kaya dan tidak memikirkan uang. Tetapi Ketika meninggalkan agama dan kemudian meninggal dunia, Allah tanya bagaimana kehidupanmu di dunia, ternyata tersiksa,” kata dia.
Helmi kemudian menceritakan kisah yang sebaliknya. Di mana, hidup seorang manusia dengan keadaan miskin, namun saat meninggal dunia disayangi Allah.

“Ditanya Allah simiskin menjawab tidak pernah susah. Karena dia tidak pernah meninggalkan agama dan Tuhannya, walaupun hidupnya pas-pasan di dunia tetapi di akhirat begitu indah,” jelasnya. Menurutnya, jabatan dan harta adalah hal yang bersifat sementara di mata Sang Pencipta. Semua dapat berubah, kata Helmi Ketika Tuhan Yang Maha Kuasa bertanya. Untuk itu, Helmi mengharapkan rumah ibadah dapat selalu ramai akan kehadiran Jemaah untuk menunaikan ibadah.”Jika masjid ramai, maka tanda-tanda banyak yang akan menghuni surga,” ucapnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk meneladani kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keseharian, mulai dari menjaga sholat tepat waktu, memperbanyak zikir, menyambung silaturahmi, hingga menebarkan akhlak mulia. Dengan cara itu, umat Islam diharapkan dapat meraih ketenangan hidup sekaligus menyiapkan bekal menuju akhirat.
Menurut Helmi, ajaran sederhana yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap relevan di tengah tantangan kehidupan modern.
Secara singkatnya, di akhir ceramah, Helmi Hasan mengajak jema’ah untuk dapat ke Bengkulu melaksanakan i’tikaf selama tiga hari, sedangkan untuk ibu-ibu juga dapat berpartisipasi dan menginap di rumah dinas Gubernur Bengkulu.
“Kalau kita hidup seperti Nabi, insyãAllah hati tenang, keluarga harmonis, masyarakat juga rukun,” tutupnya.
Sebelumnya Ketua DKM Al Munawwaroh Basri Ismail yang diwakili Sekretaris DR Yatno mengucapkan terimakasihnya kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang sudah memberikan tausyiah singkat di Masjid Al Munawwaroh. “Saya mewakili seluruh jema’ah mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang sudah menyempatkan waktunya untuk memberikan tausyah singkat di masjid tercinta kami ini,” kata DR.Yatno. (Regar)













































Discussion about this post