Lampung, otodanews.com – Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan mendukung pencapaian kinerja operasional yang berkelanjutan, PTPN IV Regional VII menggelar Bimbingan dan Sertifikasi Mandor Pemeliharaan.
Kegiatan tersebut diikuti 38 mandor pemeliharaan dari berbagai unit kerja di lingkungan PTPN IV Regional VII. 25/6/2026.
Program ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memastikan seluruh mandor pemeliharaan memiliki kompetensi sesuai standar, memahami teknik pemeliharaan tanaman yang tepat, serta mampu mengawal penerapan praktik terbaik (best practice) di lapangan guna mendukung produktivitas tanaman yang optimal.
Pelaksanaan sertifikasi menghadirkan sejumlah narasumber, asesor, dan praktisi kompetensi dari sektor perkebunan dan pertanian. Mereka antara lain Ketua LSP LPP Agro Nusantara (LPPAN) sekaligus SME LPP Agro Nusantara, Heri Purwanto; Lead Asesor LSP Kementerian Pertanian, Arief Wicaksono; Asesor LSP Kementerian Pertanian, Sukarji; Asesor LSP LPPAN, Budi Surya Lumban Raja; Ketua Tim Kerja Standardisasi dan Sertifikasi Pusat Pelatihan Pertanian, Ahmad Suryanto; Perwakilan LSP Kementerian Pertanian, Ditya Wahyu Ikhsanto; Perwakilan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Jambi, Basri Sirait; serta Tiara Syafa dari Learning LPP Agro Nusantara.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran manajemen PTPN IV Regional VII, termasuk Kepala Bagian SDM dan Sistem Manajemen beserta tim yang selama ini aktif mendorong pengembangan kompetensi karyawan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.
Dalam sambutannya, Operation Head PTPN IV Regional VII, Budi Susilo, menegaskan bahwa mandor pemeliharaan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan operasional kebun karena menjadi ujung tombak pengawasan kegiatan perawatan tanaman di lapangan.
“Pemeliharaan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi di masa mendatang. Oleh karena itu, mandor pemeliharaan harus memiliki kompetensi yang baik, memahami standar pekerjaan, serta mampu memastikan seluruh program pemeliharaan berjalan sesuai target dan ketentuan perusahaan. Melalui sertifikasi ini, kami ingin memastikan seluruh mandor memiliki kemampuan yang terstandarisasi dan diakui secara profesional,” ujar Budi. (Reg)










































Discussion about this post